29/03/14

Cerita Mila


Hari itu Mila, seorang pelajar kelas 5 sekolah dasar tinggal sendirian di rumahnya. Ibunya sedang pergi ke rumah Bude, Ayahnya sedang tugas ke luar kota, Kakaknya sedang pergi membeli handphone baru, karena kemarin Mila menjatuhkan handphone kakanya. 
 Sore pun tiba, terdengar suara hujan deras dan petir dari luar jendela. Mila semakin takut tinggal sendirian di rumah. Lalu, Mila menelpon Ibunya yang sedang ada di rumah Bude. Akan tetapi hanya terdengar suara "tuut.. tuut... tuutt..." menandakan tidak ada yang menjawab teleponnya. Akhirnya Mila pun memutuskan untuk tidur saja. Setelah Mila naik ke tempat tidurnya, "Hup" ternyata listrik di rumahnya mati. Mila semakin takut.
 "Haduuuh,, hujan, petir, mati lampu pula... Takuuut!!", jeritnya. 
 Akhirnya Mila membawa lilin ke dapur. Lalu Mila menyalakan lilin tersebut dan membawanya ke kamar dan ia pun langsung tidur di kamarnya. Sendirian. Walaupun rasa takut masih menyelimutinya. Mila baru ingat, kalau sekarang adalah hari ulang tahunnya. Terbenak di pikirannya; "Mungkin saja ini semua kejutan yang disiapkan keluarganya tanpa sepengetahuan Mila." Hmm, Mungkin saja ini kejutan untuknya. 



 "Kring... Kringg.." Terdengar suara telepon berbunyi. Mila langsung mengangkatnya. Ternyata itu telepon dari ibunya. Katanya dia akan pulang besok pagi. "Mil, ibu akan pulang besok pagi. Ada kakak kan di rumah?", ucap ibu dari telepon. "Kakak belum pulang bu. Bu, Mila takut nih bu.", Mila menjawabnya. "Hmm, Mila tak apa kan tidur sendirian malam ini?", ucap ibu. "Ya sudah deh bu. Selamat malam, Bu!", Mila menutup telepon. 
 Setelah ia tidur beberapa menit. Terdengar suara pintu yang terbuka. Ia langsung bangun membawa lilin. Ternyata diluar ada Ibu, Ayah, dan Kakak Mila yang membawa kue ulang tahun Mila yang ke 11. Mila tersenyum bahagia. "Wah ternyata ini kejutan dari keluargaku.. Persis seperti apa yang tadi aku pikirkan. Terima kasih!!", teriak Mila. Dan ternyata ayah Mila bekerja seperti biasa, dan tidak ada pekerjaan ke luar kota. Sedangkan kakaknya hanya menunggu di kamarnya, tanpa sepengetahuan Mila. Dan ternyata handphone kakaknya tidak rusak. hanya heng sebentar saja. Hanya ibunya sajalah yang pergi ke rumah Bude, karena Bude sedang sakit.

 Setelah kemarin Mila mendapatkan kejutan dari keluarganya, Serly, Naomi, dan Nino sahabat Mila diam-diam telah merencanakan kejutan untuk Mila tanpa Mila mengetahuinya. "Naomi, Nino, gimana kalau kita kerjain aja tuh si Mila, kan kemarin dia ulang tahun!", ajak Serly memulai pembicaraan. "Hmmm, boleh juga tuh. Tapi Mila mau di apain?", jawab Nino. "Kita cuekin aja Mila.", ucap Serly. "Oke, boleh juga tuh. hehehe..", ucap Naomi. Tak lama, terdengar suara hentakkan sepatu Mila dari luar kelas. Serly, Naomi, dan Nino bersiap-siap.
 "Hay temen-temen!", teriak Mila. "Ih, apaan sih sok kenal.", pungkas Naomi. "Iya ih..", ucap Serly juga. Setelah itu terdengar suara lonceng berbunyi semua murid kelas 5 masuk kelas. Tak lama setelah lonceng berbunyi, Bu Susi, guru B. Indonesia masuk kelas. "Siap!! Selamat Pagi, Bu!", teriak Rommy ketua kelas 5. "Selamat Pagi anak-anak.", jawab Bu Susi. Ayo keluarkan buku Bahasa Indonesia kalian! Buka halaman 25!" 
 SKIP...
 Waktu istirahat pun tiba. Para murid berhamburan keluar kelas. "Hey, ke kantin yuk!", ajak Mila. "Enggak ah, kita ke halaman aja yuk, Ser, Mi!", ucap Nino. "Ih, kalian  pada kenapa sih? Biasanya kalian gak gitu sama aku :(", ucap Mila. "Enggak tuh, kita biasa-biasa aja.", jawab Serly. "Ya, udah, yuk ke halaman." "Hmm, pada kenapa sih semuanya? Aneh deh.", ucap Mila dalam Hati. Mila pun bergegas pergi ke kantin, perutnya keroncongan, tadi pagi ia belum sarapan. "Bu, bakso sama es teh nya satu ya, Bu!", ucap Mila ke Ibu penjaga kantin. "Oke, Mil!"
 Lonceng berbunyi lagi. Menandakan jam masuk telah tiba. Mila menghabiskan es teh nya dan bergegas pergi ke kelas. Di kelas sudah ada Pak Kinan yang menunggu untuk pelajaran Matematika. "Selamat siang, Mil! Keluargamu sehat kan?", ucap Pak Kinan "Sehat-sehat saja kok, Pak.", jawab Mila. Mila merasa aneh, karena tak seperti biasanya Pak Kinan seperti itu. "Oke anak-anak buka buku matematika kalian halaman 27!", suruh Pak Kinan. 
 SKIP..
 Lonceng pulang berbunyi. Murid berhamburan keluar. Di perjalanan, Nino berkata "Hay, Mila! Sendiri aja nih!" "Eh, kita kan lagi ngecuekin Mila.", bisik Naomi kepada Nino. "Oh iya, aku lupa!", jawab Nino "Hay juga, Nin!", jawab Mila dari pertanyaan Nino tadi.

 Akhirnya, Nino pun berbicara kepada Mila. "Maaf, Mil, tadi itu kita, aku, sherly, sama naomi itu emang ngerjain kamu. Soalnya kata Sherly kamu ulang tahun ya, Mil? Maafin kita ya, Mil! Kita cuma iseng-isengan aja kok. Supaya kamu terhibur. Selamat Ulang Tahun, Mila!", teriak Nino. "Hmm, makasih kejutannya ya temen-temen. Tapi kalian kalo mau ngerjain aku jangan gini caranya juga. Kayak keluarga aku kemarin aja. Bikin aku sakit hati.", jawab Mila. "Emang keluarga kamu ngasih kejutan apa buat kamu?", tanya Sherly penasaran. Dan Mila pun menceritakan apa yang dialaminya kemarin sambil berjalan kaki pulang. Setelah beberapa lama, cerita Mila selesai, dan Mila pun sampai di rumah. "Bye, temen-temen! Sampai jumpa besok ya!", teriak Mila.
 "Eh, anak ibu sudah datang. Ayo cepat ganti baju dan makan siang. Setelah itu kita jalan-jalan.", ucap Ibu Mila. "Hah? Jalan-jalan, Bu? Kemana? Naik apa? Sama siapa?", ucap Mila tidak percaya. "Ya, nanti ibu bicarakan sesudah kamu ganti baju!", jawab Ibu Mila. "Hmm, jangan-jangan ini kejutan lagi buat aku.", ucap Mila dalam hati sambil menaiki tangga menuju ke kamarnya. 
SKIP..
 Mila sudah selesai mengganti bajunya dan ia pergi ke ruang makan. "Jadi, kita jalan-jalan kemana, Bu?", tanya Mila. "Kita ke taman. Taman Kota.", jawab Ibu Mila. "Yah, ke taman lagi ke taman lagi. Bosen tau, Bu!", ucap Mila dengan wajah sedih. "Ya, gapapa toh nak. Yang penting kan kebersamaannya.", jawab Ibu Mila sambil mengelus rambut Mila. "Hmm, ya udah deh, Bu.", keluh Mila. "Ya sudah, cepat habiskan makan siangnya. Ayah siapkan mobil dulu.", sahut Ayah Mila dari tangga. 
SKIP.. Di Garasi..
"Ayo Mila, cepat!", ucap Kakak Mila dari dalam mobil. "Iya, Kak! Sabar dulu dong kak.", ucap Mila sambil menalikan sepatunya. Didalam mobil.. "Emangnya mau ngapain sih ke taman kota? Kan udah sering.", ucap Mila memulai pembicaraan. "Gapapa dong ke taman kota terus. Kan disana tempatnya asyik. Banyak pohon, terus ada kantinnya pula. Jadi kalau lapar tinggal beli.", jawab Kakak Mila. "Ha, iya iya.", ucap Mila.

 Hmmm... ternyata keluarga Mila sudah menyiapkan kejutan di taman kota. Dan, tiba-tiba keluar spanduk bertuliskan "Selamat Ulang Tahun Mila" di depan pagar taman kota setelah Mila turun dari mobil . Mila pun terkejut dan mengucapkan terima kasih kepada keluarganya yang telah mempersiapkan ini semua. Eh, eh, dan ternyata di tengah taman kota sudah terdapat teman-teman satu kelas Mila yang membawa kue ulang tahun. Mila semakin bahagia. "Selamat Ulang Tahun, Mila!", seru Nino. "Makasih ya teman-teman, kalian istimewa sekali!!", teriak Mila. Setelah itu, Mila, teman-teman Mila, dan keluarga Mila makan-makan di kantin taman kota yang sudah di pesan khusus oleh Ayah Mila. "Wah, ini hari ulang tahun paling menyenangkan bagi ku!", seru Mila dalam hati. "Semoga aku diberikan umur panjang, agar aku bisa merasakan ini setiap tahun. Walaupun dengan cara sederhana.", lanjutnya.

Selesai, terimakasih^^
jangan lupa untuk like dan berikan komentarmu yaa...

0 komentar:

Posting Komentar